Anjing gila: Prolog

Disana ia terbarin. Mengambang sambil timbul tenggelam sejenak ke arah permukaan. Sesekali dedaunan kering jatuh mencoba menutupi busuknya luka di kaki. Seekor anjing. Tak lebih.

Baru kemarin ia mati. Terlempar dari jalanan dan kemudian mati mengambang. Sebuah mobil tak sempat menghindar saat ia tiba-tiba saja melintas di gelapnya malam. Tanpa berhenti untuk memastikan siapa yang mati hari ini.

Tak banyak yang tahu riwayat anjing itu. Siapa juga yang mau perduli kelompok binatang dalam kategori jalanan serta terbuang. Sama halnya dengan gelandangan penghuni emperan. Tanpa nama, tanpa suara.

Padahal, 8 buah puting cukup untuk membuat mereka tahu, ada jiwa-jiwa kecil yang baru lahir seminggu yang lalu. Menggonggong kelaparan juga kedinginan tanpa harapan. Itulah yang sempat disampaikan matanya kepada para penjaga telaga. Meminta agar anak-anaknya dipelihara.

bersambung…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s