Mesin Waktu

Salah satu imajinasi yang sering muncul di kepala adalah melakukan perjalanan ke masa lalu. Ya, secara nggak langsung keliatan kalau sebenarnya banyak hal di masa lalu yang bikin gw menyesal, atau mungkin membuatnya menjadi lebih baik. Penyesalan memang selalu datang belakangan.

Bisa dibilang, imajinasi ini sebenarnya ga akan muncul seandainya gw ga ngeliat kartun Doraemon

Dulu gw ga terlalu fokus ke soal mesin waktunya. Gw lebih tertarik ke kecanggihan alat-alat yang keluar dari kantong ajaib si Kucing masa depan ini. Kadang mikir juga, ga semua persoalan yang dihadapin si Nobita bisa dengan mudahnya selesai. Alih-alih masalah beres, yang ada di setiap episode bantuan si Doraemon malah disalahgunakan. Untungnya anggapan buruk ke Nobita ini ga selamanya jelek. Ia masih terselamatkan di Film Doraemon edisi khusus.

Makin gw gede, makin banyak referensi soal mesin waktu. Film pertama yang gw liat soal mesin waktu itu Back to the Future

Film Back to the Future sedikit berwarna ceritanya ketimbang Doraemon. Banyak unsur sci-fi serius yang dimasukkan. Kalau cerita di Doraemon lebih fokus ke gimana kelak akhirnya kehidupan Nobita bisa lebih baik ke masa depan, BTTF mencoba untuk lebih realistis (meskipun mobil DMC cukup terlihat konyol untuk menjadi mesin waktu). Spielberg menunjukkan gimana sih kira-kira kalau kita ke masa lalu, masa depan, dan efek jika kita melakukan perubahan pada saat melakukan perjalanan waktu itu. Mulai dari situ gw lebih mikir.

Bergeser ke film berikutnya, ada Time Machine yang diadaptasi dari novel terkenal karya HG Wells. Meskipun banyak perubahan di sana-sini, tetapi ceritanya justru jadi lebih menarik. Ide HG Wells udah bagus sih, cuma kebayang, betapa membosankannya kalau Film adaptasinya bener-bener sama persis dengan apa yang tercantum di novel

Film ini gw pilih karena keindahan dari imajinasi sang sutradara di dalam menggambarkan bentuk mesin waktu dan jalan ceritanya. Selama ini kita terfokus pada mesin waktu yang serba canggih, sementara di dalam film ini kita ngeliat mesin waktu yang klasik bentuknya tapi mampu berfungsi sesuai dengan teori. Hal yang jarang kita temukan di masa modern dimana semua alat dituntut untuk lebih efisien dalam mengejar fungsi. Untuk ceritanya sendiri, meskipun cenderung standar khas Hollywood, tapi kerasa banget nuansa kemanusiaanya. Soal kehidupan Ilmuan, mimpi, penyesalan dan juga bagaimana usaha dalam menghadapi penyesalan lalu belajar darinya. Belajar untuk menghadapi masa depan tanpa takut melihat ke belakang.

Sebenarnya masih banyak film sci-fi soal perjalanan waktu. Tapi tiga film yang gw sebutin di atas cukup buat gw belajar gimana kehidupan memang sebaiknya berjalan apa adanya. Terkadang kita terlalu takut melihat ke depan, atau menyesal ke belakang sampai lupa pada keindahan di samping perjalanan kita. Tiga film itu ga berusaha untuk sok muluk-muluk bahwa manusia mampu merencanakan segalanya seperti yang ada di Terminator . Belajar untuk tetap tahu apa yang dimau, bukan untuk selalu mau tahu.

Buat penutup, gw kasih satu lagu keren dari Naif. Mesin Waktu

Hai kawan-kawan dengarlah kisahku
Bertualang menembus jagad dimensi waktu
Kalian mungkin tak pernah percaya, tetapi dengar diriku tak pernah berdusta
Kita ‘kan bersama-sama ke sana
Mesin waktuku … menembus waktu
Berputar-putar berbagai haluan membuat suasana hati terasa senang
Rasakan degup jantung , memburu saat kau bertemu dengan si mesin waktu lewati masa depan, kini… masa lalu
Mesin waktuku … menembus waktu
Masa lalu ku arungi, masa depan ku hadapi
Menakjubkan oh, sungguh menantang
Mesin waktu, bawa daku bersamamu … kau dan aku
Bersama kita menuju ke dimensi waktu … oh mesin waktuku
Hai kawan jangan kau bimbang dan ragu
Marilah turut meluncur bersama diriku
Tapi awas jangan kau membuat kesalahan
Kau ‘kan membuat sejarah alami perubahan, pengaruhi yang ‘kan terjadi di masa depan

 

Advertisements

One thought on “Mesin Waktu

  1. i like this post,,, i quote your sentence,,, “Terkadang kita terlalu takut melihat ke depan, atau menyesal ke belakang sampai lupa pada keindahan di samping perjalanan kita.” (damn agree with it)
    masa lalu, masa sekarang, dan masa datang memang tidak akan pernah bisa dipisahkan,,, gw kadang juga pengen punya mesin waktu untuk ke masa lalu,,, gak pernah untuk ke masa depan,,, karna apa? saat kita balik ke masa lalu, bukan karna untuk masa lalu indah (karna indah brarti udah berjalan dengan benar),,, tapi untuk memperbaiki masa lalu (kejadian) yang salah,,, ya gak??
    gw yakin, jika saat ini kita melakukan segalanya dengan baik,,, ketakutan terhadap masa depan gak akan pernah ada,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s