Terakhir kali memulai hal baru

Seorang teman pernah berkata,” Dulu aku cuma bisa membayangkan kehebatan orang-orang. Aku tak pernah menjadikan mereka panutan. Mereka cuma bisa membuatku kagum. Itu saja. Tapi dengan seiringnya waktu, sembari terus melakukan yang bisa dilakukan, setiap ada kesempatan, lama-lama aku menjadi bagian dari mereka sendiri. Bayangkan jika aku hanya terus diam dan berandai-andai. Bayangkan jika kemudian aku terus mengikuti mereka, dan ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuharapkan? Menyakitkan bukan”

Nothing to lose. Play hard, work hard.

Mantra ini sering kuucapkan ketika berada dalam fase diam. Fase dimana seolah kehilangan prioritas. Fase dimana ketika kamu nggak ada yang bisa memotivasi. Fase dimana kebahagiaan cuma judul di atas kesedihan yang diam-diam dipendam. Fase dimana orang yang kamu paling ingin lihat tawanya, berbahagia bersamanya, justru tak bisa membuatmu berbuat apa-apa. Semua seperti mereguk air laut. Semakin lama justru membuatmu semakin tumbang.

Hidup dengan standar berbeda dari orang lain seringkali membuat aku tersiksa. Yeah, kadang membosankan melihat yang sama terus berulang dalam kehidupan. Membosankan melakukan hal yang rutin tanpa ada perkembangan dari apa kita mulai. Menggantung di kepala, sementara kapasitas kepala hanya segitu saja. Bertahan dengan pengalaman, melihat kesalahan sembari mengambil yang mungkin bisa dilakukan untuk ke depan.

Bukan hal yang mudah. Di dalam fase ini diam-diam pengalaman baru sering muncul. Justru disaat stuck dan ga tahu mau kemana, pelarian memberikan satu semangat untuk bertahan dengan apa yang pernah dilakukan. Yah, ada rasa ragu-ragu ketika terjun ke dalam ranah yang baru. Wajar. Takut untuk berbuat salah. Takut jika apa yang kita lakukan berbeda dengan standar yang sudah ditetapkan dan kemudian disalah artikan.

Tapi, pengalaman bukan hanya soal apa yang pernah dilakukan. Pengalaman bukan buku catatan yang bisa kita banggakan dan ceritakan. Buatku pengalaman memberikan jawaban bagi permasalahan baru. Tidak ada yang baru sebenarnya. Ia hanyalah persoalan biasa. Itu yang sering kubilang. Pemecahan dari pengalaman baru ini bisa didapat dari persoalan yang serupa sebelumnya. Entah waktu, ruang, atau siapapun yang pernah kita undang dalam ruang kehidupan.

Tapi semua itu tak akan berarti apa-apa jika kita sendiri tidak yakin dengan diri sendiri. Tidak yakin dengan orang yang diberi kendali. Tidak peduli pada perubahan-perubahan di sekitar. Pengalaman hanya akan menjadi kenangan, dan membuat kita menyesal ketika perubahan tidak memberikan ruang di saat semua orang ingin tenang dan hidup nyaman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s